Langsung ke konten utama

Hari Kemalasan


Malas.
  
Itu manusiawi, manusia adalah makhluk yang dibebaskan melakukan apa saja. Sesuai kemauannya, maka dari itu hanya berpikir ingin melakukan sesuatu hari ini saja menguras tenaga, pun pikiran. Maka dari itu, beberapa orang memilih mengalir saja, tanpa tujuan-terseret-arus-seperti-ikan-mati. Walau tak sepenuhnya begitu, sih XD
 
Sayangnya aku memikirkannya matang-matang. Apa saja yang hendak kulakukan harus dipikiran betul-betul. Minor dan mayornya. Sejujurnya itu menguras segalanya; apalagi waktu, oleh karena itu lebih baik aku malas-malasan dengan merdeka.

Tak memikirkan apapun, hanya scrool youtube hingga tenggat waktu project-ku. Seperti mahkluk bumi sejati.

Pojok Delusi, 19 Agustus 2022.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 (Tiga) Karya Alicia Lidwina - Sebuah Ulasan

3 (Tiga) by Alicia Lidwina Sebelum itu saja jelaskan kalau ini adalah karya pertama yang saya baca dari Alicia Lidwina, yang memberikan pengalaman luar biasa. Jujur, jauh dari sudut hati terdalam. Aneh sekali baca karya bertema seperti ini. Meski sudah satu-dua kali membaca cerita dengan tema serupa ada bumbu suicide di dalamnya. Tapi karya Alicia Lidwina ini beda, benar-benar beda. Alurnya maju-mundur, tapi enggak bikin pusing. Benar-benar ngalir. Enggak sekali dua kali, saya nangis jelek.  Kalimat ini, atau blurb buku ini; “Selama seseorang masih memiliki sesuatu untuk diperjuangkan, dia tidak akan bunuh diri. Kecuali jika memang bunuh diri adalah satu-satunya cara mempertahankan apa yang dia perjuangkan.” Bikin bertanya-tanya, 'kan? Setelah membaca kurang-lebih 200 halaman. Saya jadi berpikir, kalau mereka-yang-kunci-utama-cita-cita-ini-adalah-Hashimoto-berpikir untuk membangun panti asuhan kenapa dia menyerah? Bahkan deposit yang mereka kumpulin sudah lumayan banyak...